Jakarta (KABARIN) - Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, dikabarkan sedang menjajaki peluang untuk masuk ke ajang balap paling bergengsi di dunia, Formula 1. Jika rencana ini benar-benar terwujud, BYD berpotensi bersaing langsung dengan tim-tim legendaris seperti Ferrari dan McLaren.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi BYD untuk memperkuat pengenalan merek di pasar global, seiring dengan ekspansi penjualan kendaraan listrik mereka di berbagai negara.
Laman Carnewschina pada Kamis (10/3) waktu setempat melaporkan bahwa BYD sudah menghentikan produksi mobil yang hanya menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) sejak Maret 2022. Saat ini perusahaan tersebut sepenuhnya fokus pada kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) dan kendaraan hybrid plug-in (PHEV).
Jika BYD benar-benar masuk ke Formula 1, mereka akan menjadi pendatang baru dalam waktu yang relatif berdekatan dengan tim baru lainnya. Sebelumnya, tim yang didukung oleh General Motors melalui merek Cadillac sudah melakukan debut pada 8 Maret.
Masuknya BYD ke F1 juga dinilai relevan dengan arah perkembangan teknologi di ajang balap tersebut. Mobil Formula 1 sudah menggunakan sistem penggerak hybrid selama lebih dari satu dekade.
Mulai musim 2026, F1 bahkan akan melakukan perubahan besar pada aturan unit tenaga atau power unit. Regulasi baru ini meningkatkan porsi tenaga listrik secara signifikan, sehingga sekitar 50 persen tenaga mobil kini berasal dari teknologi listrik.
Salah satu komponen pentingnya adalah MGU-K (Motor Generator Unit – Kinetic). Sistem ini sekarang mampu menghasilkan hingga 350 kW tenaga ke roda belakang, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya yang hanya sekitar 120 kW.
Dengan perubahan tersebut, sekitar setengah dari total tenaga mobil F1 kini berasal dari motor listrik yang dipadukan dengan mesin V6 turbocharged berkapasitas 1,6 liter berbasis mesin pembakaran internal.
Dalam rencana pengembangan mobil F1, BYD disebut kemungkinan akan memanfaatkan teknologi dari merek premium mereka, yaitu Yangwang.
Merek Yangwang sendiri baru diluncurkan pada Januari 2023 dan diposisikan sebagai lini kendaraan kelas atas milik BYD. Salah satu model paling ekstrem dari merek ini adalah Yangwang U9.
Mobil tersebut menggunakan platform eā“ milik BYD yang dilengkapi empat motor listrik independen. Tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 960 kW atau setara 1.287 horsepower.
Dengan spesifikasi itu, Yangwang U9 mampu melesat dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam waktu sekitar 2,3 detik. Bahkan versi ekstremnya disebut memiliki tenaga hingga 3.000 horsepower.
Meski begitu, belum ada kepastian mengenai bentuk keterlibatan BYD di Formula 1. Perusahaan ini bisa saja masuk sebagai tim baru yang akan menjadi tim ke-12 di grid, atau memilih membeli salah satu tim yang sudah ada.
Beberapa laporan menyebut kemungkinan BYD berkaitan dengan tim Alpine F1 Team yang saat ini dimiliki oleh Renault.
Selain Formula 1, BYD juga dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk terjun ke ajang balap lain, yakni FIA World Endurance Championship.
BYD bukan satu-satunya produsen otomotif asal Tiongkok yang mulai melirik dunia motorsport internasional. Produsen mobil Chery dikabarkan mempertimbangkan untuk ikut balapan legendaris 24 Hours of Le Mans.
Sementara itu, produsen kendaraan listrik lainnya, Nio, sudah lebih dulu aktif di dunia balap listrik dengan menjadi peserta di Formula E selama lebih dari satu dekade.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026